Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Al-Baqarah

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 232

Apabila kamu menalak istri-istrimu, lalu habis idahnya, maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang makruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Irab Surat AlBaqarah ayat 232

1. Bagian Awal: Syarat dan Jawab Syarat (Larangan Menghalangi Nikah)

Kata

I'rab

Keterangan

وَإِذَا (Wa idza)

Wawu adalah huruf 'athf (penghubung) atau istī'nāf (permulaan). Idza adalah dzarf (kata keterangan waktu) yang mengandung makna syarat, berkaitan dengan lā ta'dhulūhunna.

طَلَّقْتُمُ (thallaqtumu)

Fi'il mādhī (kata kerja lampau). Tā’ dhummah adalah fā'il (subjek). Jumla ini dalam posisi mahallu jar (kedudukan majrūr) sebagai mudhāf ilaih (yang disandarkan) bagi idzā.

ٱلنِّسَآءَ (an-nisā’a)

Maf'ūl bih (objek) bagi thallaqtummanshūb (dinashabkan) dengan fathah.

فَبَلَغْنَ (fa balaghna)

Fā' adalah harf 'athfBalaghna adalah Fi'il mādhīNūn an-niswah adalah fā'ilJumla ini ma'thūf (dihubungkan) pada thallaqtum. (Makna balaghna di sini adalah habis masa iddahnya).

أَجَلَهُنَّ (ajalahunna)

Maf'ūl bih bagi balaghnamanshūb dengan fathahHā' adalah mudhāf ilaih.

فَلَا تَعْضُلُوهُنَّ (fa lā ta'dhulūhunna)

Fā' adalah fā' al-jāmi'ah (fā' jawab syarat).  adalah lā nāhiyah (lā larangan), jāzimah (menjazmkan). Ta'dhulū adalah fi'il mudhāri' majzūm dengan hadzf an-nūn (penghilangan nūn). Wāwu al-jamā'ah adalah fā'ilHunna adalah maf'ūl bihJumla ini lā mahalla lahā min al-i'rāb (tidak memiliki kedudukan dalam i'rāb) sebagai jawab syarat bagi idzā.

أَن يَنكِحْنَ (an yankihna)

An adalah harf nashb (huruf penashab) dan mashdariyyah (menghasilkan mashdar). Yankihna adalah fi'il mudhāri' mabnī 'alā as-sukūn (dibangun di atas sukun) karena nūn an-niswahAn tidak bekerja (tidak menashabkan) pada yankihna karena nūn adalah dhamīr (kata ganti) fā'il yang tidak dapat dibuang. Al-mashdar al-mu'awwal (bentuk mashdar yang ditakwilkan: an + fi'il) dalam posisi nashb (manshūb) sebagai maf'ūl bih tsānī (objek kedua) dari ta'dhulūhunna (atau maf'ūl li ajlih).

أَزْوَٰجَهُنَّ (azwājahunna)

Maf'ūl bih bagi yankihnamanshūb dengan fathahHā' adalah mudhāf ilaih.

إِذَا (idzā)

Dzarf (kata keterangan waktu) yang mengandung syarat, berkaitan dengan yankihna atau lā ta'dhulūhunna.

تَرَٰضَوْا۟ (tarādhau)

Fi'il mādhīmabnī 'alā ad-dhamm al-muqaddar (dibangun di atas dhommah yang diperkirakan) karena adanya alif yang dibuang. Wāwu al-jamā'ah adalah fā'ilJumla ini dalam posisi mahallu jar (majrūr) sebagai mudhāf ilaih bagi idzā.

بَيْنَهُم (bainahum)

Dzarf makān (kata keterangan tempat), manshūbHum adalah mudhāf ilaih.

بِٱلْمَعْرُوفِ (bil ma'rūfi)

Jār wa majrūr (preposisi dan kata yang dimajrūrkan) berkaitan dengan tarādhau (kerelaan terjadi dengan cara yang baik).


2. Bagian Kedua: Nasihat dan Peringatan

Kata

I'rab

Keterangan

ذَٰلِكَ (dzālika)

Ism isyārah (kata tunjuk), dalam posisi raf'u (marfū') sebagai mubtada’ (subjek).

يُوعَظُ (yū'azhu)

Fi'il mudhāri' majhūl (kata kerja pasif). Naibul fā'il-nya adalah dhamīr mustatir (Huwa) yang kembali kepada dzālika.

بِهِۦ (bihi)

Jār wa majrūr berkaitan dengan yū'azhuJumla ini dalam posisi raf'u (marfū') sebagai khabar (predikat) bagi dzālika.

مَن (man)

Ism mausūl (kata sambung) dalam posisi raf'u (marfū') sebagai badal (pengganti) dari nā'ib al-fā'il yang tersembunyi.

كَانَ (kāna)

Fi'il mādhī nāqish (kata kerja lampau yang tidak sempurna), ism kāna-nya adalah dhamīr mustatir (Huwa) yang kembali kepada man.

مِنكُمْ (minkum)

Jār wa majrūr berkaitan dengan hāl (keadaan) dari ism kāna.

يُؤْمِنُ (yu'minu)

Fi'il mudhāri'fā'il-nya dhamīr mustatir (Huwa). Jumla ini dalam posisi nashb (manshūb) sebagai khabar kāna.

بِٱللَّهِ (billāhi)

Jār wa majrūr berkaitan dengan yu'minu.

وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ (wal yaumil ākhiri)

Wawu adalah harf 'athfAl-yaumi di-'athf pada AllāhimajrūrAl-ākhiri adalah na'at (sifat) bagi al-yaumimajrūr.


3. Bagian Penutup: Keutamaan dan Ilmu Allah

Kata

I'rab

Keterangan

ذَٰلِكُمْ (dzālikum)

Ism isyārah (kata tunjuk), dalam posisi raf'u (marfū') sebagai mubtada’.

أَزْكَىٰ (azkā)

Khabar bagi dzālikummarfū' dengan dhommah muqaddarah (yang diperkirakan) di atas alif.

لَكُمْ (lakum)

Jār wa majrūr berkaitan dengan azkā.

وَأَطْهَرُ (wa athharu)

Wawu adalah harf 'athfAthharu di-'athf pada azkāmarfū'.

وَٱللَّهُ