وَإِذَا (Wa
idza)
|
Wawu adalah huruf
'athf (penghubung)
atau istī'nāf (permulaan). Idza adalah dzarf (kata
keterangan waktu) yang mengandung makna syarat, berkaitan
dengan lā ta'dhulūhunna.
|
|
طَلَّقْتُمُ (thallaqtumu)
|
Fi'il
mādhī (kata kerja lampau). Tā’
dhummah adalah fā'il (subjek). Jumla ini
dalam posisi mahallu jar (kedudukan majrūr)
sebagai mudhāf ilaih (yang disandarkan)
bagi idzā.
|
|
ٱلنِّسَآءَ (an-nisā’a)
|
Maf'ūl
bih (objek) bagi thallaqtum, manshūb (dinashabkan)
dengan fathah.
|
|
فَبَلَغْنَ (fa
balaghna)
|
Fā' adalah harf
'athf. Balaghna adalah Fi'il
mādhī, Nūn
an-niswah adalah fā'il. Jumla ini ma'thūf (dihubungkan)
pada thallaqtum. (Makna balaghna di
sini adalah habis masa iddahnya).
|
|
أَجَلَهُنَّ (ajalahunna)
|
Maf'ūl
bih bagi balaghna, manshūb dengan fathah. Hā' adalah mudhāf
ilaih.
|
|
فَلَا
تَعْضُلُوهُنَّ (fa
lā ta'dhulūhunna)
|
Fā' adalah fā'
al-jāmi'ah (fā' jawab syarat). Lā adalah lā
nāhiyah (lā
larangan), jāzimah (menjazmkan). Ta'dhulū adalah fi'il
mudhāri' majzūm dengan hadzf
an-nūn (penghilangan nūn). Wāwu
al-jamā'ah adalah fā'il. Hunna adalah maf'ūl
bih. Jumla ini lā mahalla lahā
min al-i'rāb (tidak memiliki kedudukan dalam i'rāb)
sebagai jawab syarat bagi idzā.
|
|
أَن
يَنكِحْنَ (an
yankihna)
|
An adalah harf
nashb (huruf penashab)
dan mashdariyyah (menghasilkan mashdar). Yankihna adalah fi'il
mudhāri' mabnī 'alā as-sukūn (dibangun di atas
sukun) karena nūn an-niswah. An tidak
bekerja (tidak menashabkan)
pada yankihna karena nūn adalah dhamīr (kata
ganti) fā'il yang tidak dapat
dibuang. Al-mashdar al-mu'awwal (bentuk mashdar yang
ditakwilkan: an + fi'il) dalam
posisi nashb (manshūb) sebagai maf'ūl
bih tsānī (objek kedua)
dari ta'dhulūhunna (atau maf'ūl li
ajlih).
|
|
أَزْوَٰجَهُنَّ (azwājahunna)
|
Maf'ūl
bih bagi yankihna, manshūb dengan fathah. Hā' adalah mudhāf
ilaih.
|
|
إِذَا (idzā)
|
Dzarf (kata
keterangan waktu) yang mengandung syarat, berkaitan
dengan yankihna atau lā
ta'dhulūhunna.
|
|
تَرَٰضَوْا۟ (tarādhau)
|
Fi'il
mādhī, mabnī 'alā ad-dhamm
al-muqaddar (dibangun di atas dhommah yang
diperkirakan) karena adanya alif yang
dibuang. Wāwu al-jamā'ah adalah fā'il. Jumla ini
dalam posisi mahallu jar (majrūr)
sebagai mudhāf ilaih bagi idzā.
|
|
بَيْنَهُم (bainahum)
|
Dzarf
makān (kata keterangan
tempat), manshūb. Hum adalah mudhāf
ilaih.
|
|
بِٱلْمَعْرُوفِ (bil
ma'rūfi)
|
Jār
wa majrūr (preposisi dan kata yang
dimajrūrkan) berkaitan dengan tarādhau (kerelaan
terjadi dengan cara yang baik).
|
|